7 Sinyal Rumah Tangga

pondokislami.com

John dan Julie Schwartz Gottom dalam bukunya Seven Principle for Making Marriage Work, mengidentifikasi cara hidup bersama dalam sebuah istana kecil untuk mencapai ketentraman, keduanya menyampaikan bahwa :

Pertama, Getting and giving love and affection (memperoleh dan memberikan rasa cinta dan kasih sayang). Dalam Al-Qur’an Allah SWT menyebutkan 116 Ayat terkait hal yang bertalian dengan kasih sayang. Sebagaimana Nabi Musa berdoa kepada Allah pada QS. Al-A’raf/7: 151.

Musa berdoa: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah Kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara Para Penyayang”.

Ternyata cinta dan kasih sayang itu adalah modal untuk melepaskan ke-egoisan seseorang dalam menjalani interaksi dengan sesama. Cinta dan kasih sayang sangat erat kaitannya dengan kebersamaan ketika di tamannya Allah SWT di akhirat nanti. Hidup dengan cinta dan kasih sayang bak menyeberangi lautan dengan disertai lantunan ayat suci yang ditemani dengan desiran ombak-ombak kecil. Berlayar dengan nyaman diiringi keindahan pemandangan dan keselamatan dalam perjalanan.

Kedua, Nurturing and supporting one another through thevicissiitudes of live (Saling bina dan saling dukung saat datangnya perubahan-perubahan (cobaan dalam kehidupan). Ternyata ketika kita menyeberangi lautan terdapat rintangan-rintangan yang luar biasa. Besar kecilnya rintangan itu tergantung yang sedang menjalaninya. Di sinilah saling bina dan saling dukung sangat dibutuhkan tatkala rintangan itu hadir. Ketika saling bina dan saling dukung, maka pelayaran yang dilakukan akan berbuah kenikmatan yang positif, namun jika sebaliknya maka bukan lagi sebuah kenikmatan, namun sebuah mala petaka.

Dalam QS. Al-Anfaal/8: 72 Allah SWT memberikan bimbingan kepada kita untuk senantiasa saling mendukung dalam menjalankan setiap aktivitas.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, Maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada Perjanjian antara kamu dengan mereka. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

Ketiga, Having and showing respect for one another ( saling menunjukan dan memberikan penghargaan satu sama lain). Baginda Nabi menyampaikan dalam sebuah hadisnya, ‘Tahaaddu Tahaabbu’ (saling memberi lah kalian, niscaya kalian saling mencintai). Ini sebuah sinyal yang sangat luar biasa yang sudah semestinya kita saling memberikan sebuah penghargaan bukan sebuah cacian, hinaan dan hardik-an kepada seseorang. Dalam QS. Ar-Ra’du/13 : 22 pun, Allah SWT terus membimbing kita untuk selalu saling memberi karena kesudahannya dari tujuan kita itu adalah sebuah kebaikan pula.

dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang Itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

Keempat, Liking one another to the point where being together makes time flow like wind.(Saling menyukai satu dengan yang lainnya, sehingga membuat waktu terasa lebih panjang). Buatlah hari-hari kita penuh dengan kenyamanan dengan pasangan. Salaing berkomunikasi seindah berkomunikasi ketika awal bertemu. Kenyamanan berkomunikasi tak akan terasa ketika kita saling melengkapi, waktupun berlalu tanpa terkontrol. Hal ini pernah dideteksi bahkan dicatat dari perjalanan waktu, otak dengan mudah meresponnya dengan ketenangan jiwa, fokus tinggi dan keadaan fisik. Inilah ungkapan Muireann Irish, peneliti senior di Pusat Penelitian Neurosains Australia dan Claire O’Callaghan, peneliti klinis di Institute Neurosains Klinis di Universitas Cambridge, Inggris. Dalam QS. Al-Baqarah/2: 195 bimbingan Allah SWT kepada kita untuk bisa saling mencintai sebagaimana Allah SWT akan cinta kepada kita. 

dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Kelima, Finding it easy to be together (Menemukan kemudahan-kemudahan dalam kebersamaan). Kebersamaan yang meyenangkan dan memberikan keamanan dalam berkomunikasi akan selalu memberikan keberkahan. Keberkahan itulah yang memberikan sebuah jalan mudah untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Dalam QS. Al-Baqarah/2: 280 bimbingan Allah SWT kepada kita untuk sebuah kebersamaan.

dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan. dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Keenam, Liking your self when you are together (Merasa enak tatkala sedang bersama). Ke-Nyaman-an merupakan kata lain dari cinta. Seseorang tatkala bersama dengan seseorang lainnya dalam keadaan nyaman, maka disanalah cinta bertebaran. Sebuah keluarga kecil akan tumbuh dan sukses ketika ke-nyaman-an berdampingan bersama mereka. Nah, timbulkanlah kenyamanan ketika bersamanya, niscaya bunga-bunga cinta akan bertebaran di istana kecil kita. Nyaman=Cinta. Dalam QS. Saba’/34: 15 bimbingan Allah SWT kepada kita untuk sebuah kenyamanan.

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka Yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”.

Ketujuh, Creating a sense of shared purpose, meaning and values (Menciptakan rasa memiliki tujuan, makna dan nilai-nilai bersama). Tujuan telah jelas untuk diekskusi, maka langkah yang mesti dilakukan adalah penanaman komitmen tinggi dan juga istiqomah dalam menjalankannya. Tujuan yang jelas akan menumbuhkan rasa percaya diri. Ketika rasa percaya diri tumbuh, didampingi dengan komitmen dan istiqomah sudah barang tentu nilai-nilai kebersamaan akan muncul dalam istana kecil kita. Tujuan = Istiqomah = Komitmen=Sukses=Tentram. Dalam QS. Al-Dzariyat/51: 56 bimbingan Allah SWT kepada kita untuk sebuahtujuan hidup.

dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Editor

ABS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *