Harta, Tahta dan Wanita

keepcalms.com

Allah SWT berfirman dalam surat Ali ‘Imran[03]:14-15 yang artinya:

“Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.”

“Katakanlah, “Maukah aku beritahukan kepadamu yang lebih baik dari pada yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertaqwa ada surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan (untuk mereka) pasangan yang disucikan serta rida Allah. Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.”

Dalam kedua ayat ini dijelaskan bahwa bukanlah hal yang terlarang mencintai berbagai jenis kenikmatan yang ada di dunia ini, berupa perempuan, anak-anak, harta benda dan segala simbol kesenangan dan kemewahan lainnya. Berkaitan dengan hal itu, termasuk harta, tahta dan wanita, ketiganya dapat menjadikan manusia dekat dengan Tuhannya tetapi juga dapat menjadikan semakin menjauh dan mengundang murka-Nya. Oleh karenanya, ketiga hal tersebut sebenarnya Allah jadikan ujian keimanan, apakah dengan ketiganya sebagai sarana untuk menggapai rida-Nya, atau malah menjadikan kenikmatan dunia sebagai tujuan hidupnya.

Harta

Manusia diberi insting secara fithrah oleh Allah SWT yaitu rasa ingin memiliki harta, karena dengan harta, manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, menafkahi keluarganya, serta dengan harta pula manusia dapat membelanjakannya di jalan Allah SWT. Di sisi lain, harta juga dapat menjadikan manusia kikir, sombong, dan juga menjadikan manusia nekat melakukan tindakan yang diharamkan.

Dari zaman dahulu hingga sekarang, harta sering menjadi pemicu seseorang melakukan tindakan yang dilarang seperti mencuri, merampok, menipu, korupsi dan bahkan belum lama diberitakan ada yang tega mengeksploitasi anak kurang mampu sebagai magnet mencari harta kekayaan, sebagian lain ada yang mengatasnamakan agama untuk mengumpulkan harta, dan banyak lagi cara-cara haram yang dilakukan demi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.

Imam al-Ghazali berbicara tentang harta, ”Di satu sisi ada kebaikannya, namun ada keburukannya di sisi lain. Ia terpuji dengan kebaikannya, dan tercela karena keburukannya. Ia tidak semata-mata baik, juga tidak semata-mata buruk. Namun ia menjadi sebab bagi kebaikan dan keburukan sekaligus.” Karena itu, setiap muslim harus waspada dan hati-hati terhadap cinta harta yang berlebihan sehingga membutakan mata hatinya.

Tahta

Ujian kedua yang sering menimpa manusia adalah tahta/ kedudukan. Tidak sedikit manusia yang berlomba-lomba meraih kedudukan dan mengerahkan segala kemampuannya demi meraihnya dengan tipudaya dan makar. Ibnu Taimiyah berkata tentang kedudukan, “Demikianlah orang yang mencari jabatan dan kemuliaan di bumi, hatinya akan lemah bagi orang yang membantunya dalam meraih ambisinya, meskipun nampaknya ia memimpin mereka dan ditaati. Namun hakikatnya, ia sangat mengharapkan dan takut kepada mereka, secara lahiriah ia adalah pemimpin yang ditaati, namun pada hakikatnya ia adalah budak yang mentaati mereka.” Imam Ibn Rajab berkata, “Ambisi seseorang terhadap kemuliaan, itu lebih merusak dari ambisi terhadap harta. Karena mencari kemuliaan dunia, pangkat dan kepemimpinan di atas manusia dan ketinggian di muka bumi lebih berbahaya dari seseorang yang mencari harta, bahayanya lebih besar.”

Dari sini jelas bahwa orang yang sibuk memperebutkan tahta dan menjadikannya lalai akan Khaliqnya, maka tidak lain ia adalah budak bagi hawa nafsunya.

Di sisi lain, tahta juga dapat menjadikan seseorang meraih kemuliaan di sisi Allah SWT, menolong yang lemah serta menggunakan kedudukan untuk kebaikan.

Wanita

Ujian ketiga ini adalah lebih berat dari sebelumnya. Kenapa? karena dalam ujian ini kebanyakan manusia tergelincir dalam kehancuran, meskipun dengan ujian ini pula manusia dapat menggapai surga. Sebagaimana disebutkan dalam surat Ali-Imran di  atas bahwa penyebutan pertama yang menjadikan indah pandangan manusia adalah wanita, lalu disusul oleh anak-anak dan seterusnya. Hal ini menandakan bahwa godaan yang paling besar adalah wanita. Dalam hadis dikatakan, Rasul SAW bersabda,“Aku tidak meninggalkan satu fitnahpun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Meskipun wanita tidak sekuat laki-laki, namun tidak sedikit laki-laki yang kuat malah tunduk dan tak berdaya karena wanita, tidak sedikit laki-laki yang ahli ibadah dibuat lalai oleh wanita, tidak sedikit keluarga yang harmonis tercerai-berai disebabkan wanita, tidak sedikit laki-laki bunuh diri disebabkan wanita, tidak sedikit orang jadi tergila-gila karena wanita. Rasul SAW bersabda yang artinya,”Sesungguhnya dunia ini begitu manis nan hijau, dan Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Karenanya jauhilah fitnah dunia dan jauhilah fitnah wanita, sebab sesungguhnya fitnah pertamakali dikalangan Bani Israil adalah masalah wanita.” (HR Muslim)

Meskipun wanita merupakan fitnah terbesar laki-laki, namun di sisi lain karena wanita pula laki-laki bisa mendapatkan surga. Misalkan dengan doa dan rida seorang ibu. Demikianlah ketiga kenikmatan sebagai ujian di dunia ini yang seringkali membuat manusia lalai, padahal di sisi Allahlah sebaik-baik tempat kembali. Wallau’alam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *