Puasa dan Al-Qur’an Menolong Pelakunya

uninus.ac.id

Seorang ahli hadits pada sebuah Fakultas Ushuluddin dan Da’wah, Jurusan Hadits dan Ilmu-ilmunya di Timur Tengah, Dr. Ibrahim Ali as-Sayyid Ali Isa, alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, meneliti dan mengoleksi lebih dari lima ratus hadits terkait dengan keutamaan al-Qur’an dalam Fadhaa’il Suwar al-Qur’aan al-Kariim, sebuah kajian dan kritik hadits. 

Banyak tema yang diketengahkan, di antaranya syafa’at al-Qur’an pada pembacanya atau syafaa’at al-Qur’aan li ashhaabihii. Abu Umamah ra meriwayatkan Hadits bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya al-Qur’an akan datang di hari kiamat memberi pertolongan syafi’an pada pembacanya”. 

Bacaan Lainnya

Hadits ini adalah bagian dari hadits yang ditakhrij oleh Imam Muslim Juz I/553 nomor 804. Juga Imam Ahmad melakukan hal yang sama dalam Al-Musnad Juz-5/249,251,257. Imam Ibnu Hibban dalam sahihnya, “Pelajarilah al-Qur’an, karena al-Qur’an akan datang di hari kiamat menjadi penolong bagi pengkajinya” (I/322 nomor 116). 

Hadits ini menguatkan keyakinan kita bahwa membaca dan mempelajari al-Qur’an adalah utama dan mulia. Bukan saja berguna bagi pembacanya di dunia, tetapi juga memberi syafa’at pertolongan bagi pembacanya nanti di akhirat.

Bukan cuma al-Qur’an yang bisa memberi pertolongan syafaat, ternyata puasa yang kita lakukan pun dapat mensyafaati pelakunya. Abdullah bin ‘Amru ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Puasa dan al-Qur’an keduanya akan memberi syafaat pada seorang hamba nanti di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Tuhanku, aku cegah dia dari makan makanan serta memperturutkan syahwat di siang hari. Maka beri aku izin mem beri syafaat padanya. 

Berkata al- Qur’an, “Aku cegah dia tidur di waktu malam karena membaca aku, beri aku izin mensyafa- atinya”. (HR. Ahmad, Hakim, Bayhaqi, Abu Nu’aim, Ibnu al-Mubarak, Adz-Dzahabi, dan Ibnu Nashr) (Ibrahim Ali, Fadhaa’il Suwar al-Qur’aan al-Kariim: Diraasah wa Naqd, Dar as-Salam, Cetakan II, 2005 M-1425 H, hal. 88-89).

Berangkat dari Hadits-Hadits itu didukung oleh firman Allah SWT dalam QS. al- Maidah/5: 50, “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”. 

Sebagai seorang mukmin dan muslim yang baik, maka aturan hukum mana lagi yang hendak kita turuti selain al-Qur’an. Bukankah puasa dan membaca al-Qur’an adalah hukum Allah SWT? 

Selain itu, semua yang diperintah untuk kita lakukan seperti puasa (QS. al- Baqarah/2: 183-185) dan membaca al-Qur’an (QS. al-‘Alaq/96: 1) ternyata tidak percuma dan sia-sia. Tetapi justru sangat menguntungkan kita semua baik di dunia maupun nanti di akhirat. 

Kalau begitu, keduanya adalah mahal, mulia, terhormat, dan menguntung kan serta menyelamatkan kita semua. Selamat terus berpuasa dan melengkapinya dengan membaca dan mempelajari al-Qur’an. Semoga Allah swt memuliakan dan memberkahi kita semua.[]

Editor: AMN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *