Jika Anwār al-Tanzīl ditempatkan dalam apa yang disebut Walid Saleh sebagai the Rhetorical Period, posisi […]
Jika Anwār al-Tanzīl ditempatkan dalam apa yang disebut Walid Saleh sebagai the Rhetorical Period, posisi […]
Artikel Terkait
Headlines
Tag: al-baydhawi
Anwār al-Tanzīl dan Tuḥfat al-Abrār: Dua Genre, Satu Proyek Intelektual al-Bayḍāwī
Dalam dua dekade terakhir, ketokohan al-Bayḍāwī (w. 691/1292) semakin kuat diingat melalui karya monumentalnya, Anwār […]
Indikator-indikator Argumentasi al-Bayḍāwī tentang Ḥadzf dalam Anwār al-Tanzīl
Dalam tradisi kebahasaan Arab, keringkasan ungkapan (ījāz) menjadi salah satu prinsip utama balāghah. Bahkan, sebagian […]
Integrasi Keilmuan ala Cendekiawan Persia: Tafsir sebagai Ra’īs al-‘Ulūm al-Dīniyyah dan Klasifikasi Ilmu al-Bayḍāwī
“[wa-ba‘d], fa-inna a‘ẓama al-‘ulūm miqdārān wa-arfa‘u-hā sharafān wa-manārān, ‘ilm al-tafsīr al-ladhī huwa ra’īs al-‘ulūm al-dīniyyah […]
Yang Dibunuh dan Yang Dibiarkan Mati Suri: Relasi Genealogis al-Zamakhsharī dan al-Bayḍāwī tentang Naturalitas Menutup Aurat dalam Q. 7:20
Tradisi tafsir yang bersifat genealogis memiliki karakter relasional yang tidak sesederhana mengikuti maupun menolak. Terdapat […]
Yang Membela dan Yang Menggugat: Polemik Kemaksuman Nabi dalam Q. 109 antara al-Zamakhsharī, al-Bayḍāwī, dan Para Komentatornya
Dalam wacana tafsīr tradition, relasi genealogis antara seorang penafsir dengan pendahulunya sering kali tidak bergerak […]
Dari Bahasa ke Riwayat: Reposisi Metodologis al-Bayḍāwī atas Qirā’āt dalam Bayang-bayang al-Zamakhsharī
Relasi antara teks wahyu dan struktur Bahasa Arab sering kali dilihat sebagai hubungan yang bersifat […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.