Kemudahan menyebarkan pendapat keagamaan hari ini membuat siapa saja bisa “menafsirkan” ayat Al-Qur’an tanpa melalui […]
Kemudahan menyebarkan pendapat keagamaan hari ini membuat siapa saja bisa “menafsirkan” ayat Al-Qur'an tanpa […]
Artikel Terkait
Headlines
ibihtafsir.ID
Menolak Ilusi Antroposen: Dekonstruksi Nalar Eksploitatif Menuju Sakralitas Air (Bagian 1)
Problem ekologis air bersih telah mewujud sebagai kulminasi dari krisis internasional terbesar dalam sejarah peradaban […]
Satu Pertanyaan yang Tidak Pernah Selesai: Membaca Dinamika Tradisi Tafsir Syi’ah sebagai Negosiasi Otoritas
Artikel ini merupakan rangkaian dari catatan reflektif menyambut diskusi akademis studi al-Qur’an dan tafsir bersama […]
Teodise: Antara Penderitaan & Keadilan Ilahi
Ada pertanyaan tua yang telah mengendap ribuan tahun di kepala manusia: Kalau Tuhan itu Maha […]
Misi Kemanusiaan di Balik Proyek Corpus Coranicum: Memosisikan Al-Qur’an Sebagai Warisan Peradaban
Di tengah meningkatnya polarisasi identitas, sentimen keagamaan, dan islamofobia di berbagai belahan dunia, kebutuhan akan […]
Pemahaman Superioritas Laki-Laki dalam QS. An-Nisa Ayat 34: Analisis Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann
Frasa ar-rijālu qawwāmūna ‘alā an-nisā’ dalam QS. An-Nisa ayat 34 merupakan salah satu ayat yang […]
Jejak Pendidikan Qur’ani dalam Tafsir Nusantara: Menyelami Pemikiran H. Oemar Bakry melalui Tafsir Rahmat
Tradisi tafsir Nusantara merupakan salah satu khazanah intelektual Islam yang berkembang seiring dengan proses islamisasi […]
Inklusivitas Teologis al-Ghazālī: Kajian atas Konsep Ahl al-Faṭrah dan Keselamatan Non-Muslim di Era Modern
Persoalan keselamatan non-Muslim merupakan salah satu tema penting dalam teologi Islam yang terus diperdebatkan hingga […]
Sarjana yang Bertanya, Bukan yang Menjawab Mun’im Sirry dan Paradigma Sensitivitas Historis dalam Studi al-Qur’an dan Tafsir
Artikel ini merupakan rangkaian dari catatan reflektif menyambut diskusi akademis studi al-Qur’an dan tafsir bersama […]
Peta atau Manifesto? Membaca Handbook Studi Al-Qurʼan Akademis sebagai Intervensi Epistemologis [Bagian 2]
Keruntuhan batas epistemologis itu mengarah langsung pada pertanyaan yang lebih konkret: mengapa teks-teks yang mendokumentasikan […]



























