Sebagai salah satu tokoh psikologi yang paling berpengaruh, Sigmund Freud (1856-1939) menghabiskan sebagian besar hidupnya […]
Sebagai salah satu tokoh psikologi yang paling berpengaruh, Sigmund Freud (1856-1939) menghabiskan sebagian besar […]
Artikel Terkait
Headlines
ibihtafsir.ID
Membaca Ulang Karen Bauer: Muqaddimah yang Terpinggirkan
Seberapa sering kita melewatkan muqaddimah dan langsung membaca isi sebuah kitab/buku? Bagaimana kalau muqaddimah itu […]
Keserasian Struktur dan Tujuan Al-Qur’an: Peran Munāsabah dalam Konstruksi al-Tafsīr al-Maqāṣidī M. Quraish Shihab
Jauh sebelum istilah Tafsīr Maqāṣidī berhasil naik daun di berbagai forum studi Al-Qur’an—terutama di Indonesia, […]
Muṣḥaf al-Ummah (Al-Jāmi‘ Limā Unzila): Integrasi Qirā’āt, Dhabṭ, dan Tantangan Masa Depan Pengajarannya di Indonesia
Muṣḥaf al-Ummah dan Ambisi Menyatukan Tradisi Mushaf Dunia Sejak Jam‘ul Qur’an ke-2 era Khalifah Utsman […]
Epistemologi Ummatan Wasaṭan dalam Tafsir al-Mishbah
Wacana moderasi beragama (al-wasaṭiyyah) di era disrupsi informasi saat ini sering kali mengalami simplifikasi yang […]
Ketuk Pintu Dulu: QS. Al – Nur [24]: 58-59 dan Etika Privasi dalam Islam
Pernahkah kita merasa terganggu ketika seseorang tiba-tiba masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu? […]
Dari Tanah, Lahir Cinta: Membaca QS. Al-Rum Ayat 20-21 di Tengah Krisis Keluarga Indonesia
Tahun 2024, Indonesia mencatat 399.921 kasus perceraian. Dari seluruh kasus yang tercatat, penyebab yang paling […]
Mengapa Al-Qur’an Tidak Menyebut Nama? Mubhamāt al-Qur’an antara Universalisasi Pesan dan Historisasi Tafsir Klasik
Sebagai kitab suci yang tidak hanya dibaca, tetapi juga ditafsirkan sepanjang sejarah, Al-Qur’an menyajikan berbagai […]
Dari Mawḍū‘ī Hingga Maqāṣidī: Membaca al-Tafsīr al-Maqāṣidī ala M. Quraish Shihab
Belakangan, tren penafsiran Al-Qur’an berbasis maqāṣid (tujuan-tujuan utama/main goals) semakin menempati posisi penting dalam diskursus […]
Apakah Al-Qur’an Berwajah Puisi Termasuk Tafsir? Membaca Proyek H.B. Jassin dalam Perspektif Tarjamah Tafsiriyyah
Ketika Terjemahan Menjadi Kontroversi H.B. Jassin, yang dikenal luas sebagai “Paus Sastra Indonesia”, (Jassin, 1991) […]




























