Setiap zaman punya cermin untuk mengagumi wajahnya sendiri. Dahulu, kebesaran dibaca dari luasnya wilayah, kini […]
Setiap zaman punya cermin untuk mengagumi wajahnya sendiri. Dahulu, kebesaran dibaca dari luasnya wilayah, kini dari […]
Artikel Terkait
Headlines
ibihtafsir.ID
Apa yang Dibuktikan oleh Ketaktertandingan? Sejarah Pembentukan dan Problematika I’jāz al-Qur’an
Ketaktertandingan al-Qur’an memperoleh kedudukan sentral sebagai bukti kenabian melalui sejarah interpretasi yang lebih panjang daripada […]
Ketika “Isrāʾīliyyāt” Menjadi Arus Utama Tafsir: al-Thaʿlabī dan Penetrasi Sistematis Narasi Biblis dalam al-Kashf wa al-Bayān
Prolog Sebuah fakta yang membuat para ulama ortodoks gelisah: salah satu tafsir Al-Qur’an paling berpengaruh […]
Berbicara dengan Al-Qur’an, Berbicara dengan Tafsir Hubbul Wathan
Perkenalkan The Next Tafsir Al-Mishbah Buku Tafsir Hubbul Wathan, karya TGB Dr. Muhammad Zainul Majdi, […]
Al-Bayḍāwī dan Lubb al-Albāb: Linguistik sebagai Perangkat Analisis Tafsir
Jika Anwār al-Tanzīl ditempatkan dalam apa yang disebut Walid Saleh sebagai the Rhetorical Period, posisi […]
Haram Sakola, Wajib Duakola: Belajar dari Iman dan Amal untuk Tak Memilih Dunia atau Akhirat
Di lingkungan pesantren, ada ungkapan yang sering terdengar setengah bercanda: “haram sakola, wajib duakola.” Ungkapan […]
Mendidik dengan Lembut, Membimbing dengan Tegas: Belajar dari QS. Ṭāhā Ayat 44
Pendahuluan Pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan pelajaran dari guru kepada murid. Lebih dari itu, pendidikan […]
Mempromosikan al-Bayḍāwī, Mempertahankan al-Zamakhsharī: Nawāhid al-Abkār Karya al-Suyūṭī dan Sejarah Intelektual Anwār al-Tanzīl
[Bagian I] Nawāhid al-Abkār karya al-Suyūṭī (w. 910/1505) merupakan salah satu komentar (ḥāshiyah) atas Anwār […]
Sapi Emas Samiri dan Fenomena Deepfake: Membaca Manipulasi Realitas dalam Perspektif Tafsir Al-Jawāhir
Pendahuluan Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. […]
Ketika Dua Tuhan Berebut Kuasa: Menelaah Burhān Tawārud dan Burhān Tamānu‘ dalam Surāh al-Anbiyā’ [21]: 22
Bayangkan sebuah kapal raksasa dengan dua nahkoda yang sama-sama berkuasa penuh. Selama keduanya sepakat, kapal […]




























