Ketaktertandingan al-Qur’an memperoleh kedudukan sentral sebagai bukti kenabian melalui sejarah interpretasi yang lebih panjang daripada […]
Ada kejanggalan kecil yang kadang muncul dalam percakapan agama. Seseorang yang rajin salat, menjaga hubungan baik […]
Artikel Terkait
Headlines
Kategori: Era Modern-Kontemporer
Ketika “Isrāʾīliyyāt” Menjadi Arus Utama Tafsir: al-Thaʿlabī dan Penetrasi Sistematis Narasi Biblis dalam al-Kashf wa al-Bayān
Prolog Sebuah fakta yang membuat para ulama ortodoks gelisah: salah satu tafsir Al-Qur’an paling berpengaruh […]
Al-Bayḍāwī dan Lubb al-Albāb: Linguistik sebagai Perangkat Analisis Tafsir
Jika Anwār al-Tanzīl ditempatkan dalam apa yang disebut Walid Saleh sebagai the Rhetorical Period, posisi […]
Mempromosikan al-Bayḍāwī, Mempertahankan al-Zamakhsharī: Nawāhid al-Abkār Karya al-Suyūṭī dan Sejarah Intelektual Anwār al-Tanzīl
[Bagian I] Nawāhid al-Abkār karya al-Suyūṭī (w. 910/1505) merupakan salah satu komentar (ḥāshiyah) atas Anwār […]
Sapi Emas Samiri dan Fenomena Deepfake: Membaca Manipulasi Realitas dalam Perspektif Tafsir Al-Jawāhir
Pendahuluan Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. […]
Ketika Penjelasan yang Benar Diberikan kepada Orang yang Salah
Ada kegelisahan yang belakangan sering muncul setiap kali saya membaca perdebatan agama di ruang publik: […]
Anwār al-Tanzīl dan Tuḥfat al-Abrār: Dua Genre, Satu Proyek Intelektual al-Bayḍāwī
Dalam dua dekade terakhir, ketokohan al-Bayḍāwī (w. 691/1292) semakin kuat diingat melalui karya monumentalnya, Anwār […]
Ketika Ayat Bertemu Realitas: Membaca Ulang Hubungan Lafaz, Konteks, dan Maqāṣid dalam Tafsir Al-Qur’an
Pendahuluan Menurut Murtadā Muṭahharī (w. 1979 M.) salah satu syarat penting dalam memahami Al-Qur’an secara […]
Ketika Bibel Hadir Dalam Tafsir: Kontroversi Kutipan Taurat dan Injil dalam Tafsir Nazm al-Durar Karya Al-Biqa‘i
Bagi pemerhati studi Al-Qur’an di Indonesia, nama al-Biqa‘i hampir selalu diidentikkan dengan satu kajian spesifik: […]
Hanya Ke Mana, Bukan Bagaimana: Menyoal Problem Epistemik Tafsīr Maqāṣidī Abdul Mustaqim
Warga akademik tersenyum. Masyarakat akar rumput bahagia. Di tengah belantika pembacaan Al-Qur’an yang terlalu romantis […]
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









